Sinopsis Film Terbaru, Film Korea, Film Jepang, Film Taiwan, Film China, Film Indonesia, Drama Korea, Movie Trailer

Tuantakur.com

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 10 Bagian Kedua

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 10 Bagian Kedua - Joon Jae meminta Sim Chung jangan pergi darinya. Sim Chung,”Saya tidak akan pergi. Saya tak punya tempat untuk pergi”. Joon Jae,”Coba saja kamu meninggalkan teleponmu. Jika ini bukan rumah, kamu seharusnya tinggal disisiku. Namun… kamu tidak mengerti. Kamu tak dengar”. Telepon Sim Chung berdering karena Joon Jae menelponnya, dan Sim Chung ingin mengambilnya. Namun Joon Jae melarang Sim Chung, dan menyuruhnya untuk tetap duduk di tempatnya.

Joon Jae yang sedang mabuk menelpon hp Sim Chung, namun tak dijawabnya, dan membuat Joon Jae kesal. Joon Jae berteriak di hpnya dan terus memanggil Sim Chung. Joon Jae lalu mendekati serta memandangi Sim Chung. Joon Jae memeluk Sim Chung dan memintanya jangan pergi kemanapun. Sim Chung pun berjanji tidak akan pergi. 

Sim Chung,”Saya pikir alkohol adalah benda yang hebat”, Joon Jae mabuk,”Jangan pergi..Bahkan jika kita berbeda. Saya tidak akan meninggalkanmu”. Lalu Joon Jae pun tertidur dalam pelukan Sim Chung. Sim Chung berharap permintaan Joon Jae itu bukan kebohongan, namun ketulusan.

Keesokan paginya, Joon Jae bangun dari tidurnya, namun dia seringkali muntah. Sim Chung takut Joon Jae nanti meninggal. Nam Doo,”Dia akan pergi ke pingir kematian, namun tidak akan mati. Inilah keindahan dari alkohol”. Nam Doo ingin tahu bagaiman Sim Chung minum bersama Joon Jae, Sim Chung menceritakan Joon Jae menyuruhnya belajar darinya untuk cara meminum alkohol. Nam Doo lalu memberitahukan orang yang mengajarkan Joon Jae cara minum adalah dirinya.

Sim Chung lalu ingin tahu apakah hal2 yang dikatakan ketika orang mabuk benar atau bohong. Nam Doo menjawab,”Setengah2. Dalam kasus Joon Jae. Semuanya bohong. Sungguh bohong”. Nam Doo menegaskan pembicaraan Sim Chung dengan Joon Jae semuanya hanyalah kebohongan. Sim Chung menjadi tak semangat mendengar dan pergi, dan Nam Doo ingin tahu apa yang dikatakan oleh Joon Jae, namun Sim Chung tak ingin memberitahukannya. Tak lama Tae Oh muncul dan memberitahukan bahwa Jin Joo memiliki pertemuan pada jam 3 di klinik hewan, dan Nam Doo bergegas pergi.

Jin Joo lalu datang ke sebuah klinik hewan dan bertemu dengan seorang karyawati dan menerangkan sedikit tentang kondisi anjingnya. Jin Joo,”Apa ayah Goo Baek datang kesini akhir2 ini?”. Tak lama Nam Doo muncul sambil membawa anjingnya, dan dia kembali melakukan penyamaran guna menipu Jin Joo. Jin Joo,”Omo…Saya tidak bisa menghubungi Anda”. Nam Doo,”Saya minta maaf. Saya lagi sibuk akhir2 ini. Goo Baek masuk dalam kelas presiden”, sambil memegang anjingnya Goo Baek.

Nam Doo menjelaskan anjingnya Goo Baek tidak menggigit temannya serta membuang air seni serta kotorannya pada tempat yang benar. Hal ini membuat anjing Goo Baek menjadi percontohan, dan para guru menyukainya. Nam Doo,”Ibu dari teman sebayanya merawat mereka dengan memberikan makanan, jadi saya kesini untuk membeli permen anjing organik”. Jin Joo lalu senang melihat Goo Baek, dan mendekatinya. Namun Goo Baek menggonggong. Nam Doo menjelaskan Goo Baek menggonggong setiap kali melihat sesuatu yang kotor atau orang yang banyak bicara. Nam Doo yakin Goo Baek menjadi sensitif setelah dia masuk dalam kelas presiden.

Jin Jing,”Oh.. saya mengerti. Apa bisa menanyakannya tentang diriku?. Hal yang saya bawa”. Nam Doo,”Saya pikir ini sedikit sulit?”. Jin Joo,”Kenapa?”. Jin Joo ingin bisa bicara dengan Joon Jae yang menyamar sebagai Kim Jae Yi, seorang pengusaha kaya. Namun Nam Doo menjelaskan bahwa Kim Jae sekarang berada di Jepang dan menyantap sushi dengan tunangannya. Jin Joo mengira Kim Jae Yi (samaran Joon Jae) menyukai masakan korea, dan heran mengapa Joon Jae menyantap sushi.

Nam Doo menanggapi,”Saya minta maaf. Dia menerima banyak permintaan kali ini jadi dia pastinya merasa tak nyaman”. Jin Joo,”Karenanya saya meminta ini padamu. Kami sudah berjuang keras menyelamatkan uang ini. Jadi kami ingin investasi di tempat yang bisa dipercaya”. Jin Joo lalu bersikap manis kepada Nam Doo, dan memberikan padanya makanan anjing yang terbuat dari kentang manis serta biji wijen. Jin Joo pun menunggu kabar baik dari Nam Doo agar bisa bertemu dengan Jae Yi (samaran Joon Jae).

Shi Ah sedang mengenakan masker di wajahnya, dia yakin Jin Joo sudah bertemu dengan penipu tadi siang, namun Jin Joo mengelaknya. Tak lama Yoo Ran yang adalah pembantu datang. Yoo Ran,”Bisakah Anda menaruh pakaian luar di keranjang ini dan pakaian dalam ditempat lain?. Ini membuatku kerja keras”. Shi Ah marah mendengarnya, dan menegaskan Yoo Ran berada di rumahnya justru karena alasan itu. Yoo Ran mengaku melakukannya agar bisa membuat kerjanya lebih mudah. Shi Ah menjadi marah besar, Shi Ah,”Namun siapa yang bos disini?. Apa kamu mertuaku. Ini seperti saya tinggal di mertuaku”.

Yoo Ran juga merasa dia tak mau menjadi mertua Shi Ah, Yoo Ran,”Saya juga tidak memiliki pikiran untuk menjadi mertuamu”. Shi Ah marah dan heran mengapa unnienya Jin Joo tidak segera memecat Yoo Ran. Jin Joo menjelaskan,”bahkan jika saya memecatnya. Saya harus mengunggu  hingga makan malam ini terjadi”, sambil memuji masakan Yoo Ran. Shi Ah yang kesal menegaskan dia merasa kasihan bagi siapapun yang menjadi menantu Yoo Ran. Jin Joo bingung mengapa Shi Ah dan Yoo Ran bertengkar di rumahnya.

Tak lama Jin Joo mendapat telepon dari ayah Goo Baek (samaran Nam Doo), Jin Joo,”Ah… Anda bisa mengatur pertemuan dengannya?. Jadi kapan dia punya waktu luang”. Jin Joo lalu berpakaian warna motif merah yang ingin disesuaikannya dengan nuansa natal. Jin Joo lalu meminta pendapat dari Yoo Ran atas baju yang dikenakannya. Jin Joo,”Apa ini mengganggu?”. Yoo Ran membalas,”Kenakanlah apa yang Anda sukai”. Jin Joo lalu memperlihatkan gaun yang lain, Jin Joo,”bagaimana ini? Ini terlihat aktif dan bagus”, Yoo Ran,”Ini terlihat sedikit lusuh?”.

Tak lama Jin Joo mengenakan baju dengan motif sederhana, dan Yoo Ran menyukainya. Yoo Ran,”jangan mengenakan aksesoris pengikat yang berbeda bersama itu. Ini akan terlihat bagus hanya dengan satu potongan..”. Jin Joo menanggapi,”Oh, oke. Saya akan mengenakan gelang”. Yoo Ran membalas,”Saya kira kalung lebih baik daripada gelang”. Jin Joo lalu pergi ke kamarnya, serta mengenakan kalung,  dan Jin Joo sendiri heran mengapa dia melakukan semua yang dikatakan oleh Yoo Ran.

Di rumahnya, Joon Jae dan Nam Doo sudah menyiapkan pertemuan dengan Jin Joo. Nam Doo berbicara dengan Jin Joo, dan menjelaskan Joon Jae lebih senang makan di rumah daripada makan di  restoran mahal. Sekilas, Joon Jae marah dengan Sim Chung yang mengenakan rok pendek. Jin Joo dan suaminya bersiap2 bertemu dengan Joon Jae, serta menyuruh suaminya untuk memperlihatkan ketulusan mereka. Suami Jin Joo,”Namun Shi Ah bilang mereka mungkin saja penipu. Saya masih memikirkan hal itu”.

Jin Joo marah kepada suaminya karena lebih percaya dengan kata2 adiknya Shi Ah yang tidak tahu dunia bekerja, Jin Joo,”Dia hanya bicara seperti itu pada mereka. Apa yang dia tahu?”. Suami Jin Joo ingin tahu dimana keberadaan Shi Ah, Jin Joo memberitahukan Shi Ah lagi berada di lab, dan menuju ke rumah mereka. Di jalanan, Shi Ah sempat berpapasan dengan mobil yang ditumpangi Joon Jae juga Nam Doo.

Joon Jae melarang Sim Chung memanggilnya Joon Jae, namun Kim Jae Yi. Sim Chung ingin tahu mengapa dia harus berbohong, namun Joon Jae tak ingin memberitahukannya. Nam Doo lalu membunyikan bel rumah Jin Joo, dan Yoo Ran melihat Nam Doo. Mengetahui tamu mereka datang, Jin Joo beserta suaminya serta anaknya Elizabeth menyambut mereka.

Jin Joo lalu menyambut Sim Chung dan mengungkit perkelahian anaknya Elizabeth dengan Yoo Na anak yang ditolong oleh Sim Chung. Elizabeth memberikan salamnya, Sim Chung,”Saya menyerahkan Yoo Na dalam perlindunganmu. Dia teman kesukaanku”. Jin Joo lalu berjanji membuat anaknya berlaku sopan pada Yoo Na dan membuat Yoo Na menjadi teman terbaik bagi Elizabeth anaknya. Jin Joo lalu mempersilahkan Sim Chung masuk kedalam rumahnya.

Di dalam rumah, Nam Doo memberikan kartu pengenal yang palsu kepada suami Jin Joo, dan juga Joon Jae memberikan kartu pengenal palsu terkait kantor cabangnya di Jepang. Shi Ah hampir masuk ke rumah Jin Joo, namun Jin Joo menelpon serta menyuruh Shi Ah untuk membeli daun ara sebelum datang ke rumahnya, dan Shi Ah pun pergi.

Setelah mendapat kartu pengenal milik Joon Jae, suami Jin Joo menelpon nomornya, Tae Oh menjawab telepon,”Yah Ini kantor cabang KJ Investment, ini kantor sekretaris Kim Jae Yi”. Suami Jin Joo bertanya apakah Kim Jae Yi berada di kantornya, namun Tae Oh yang menyamar sebagai sekretaris memberitahukan  bahwa Jae Yi sedang berada di Korea Selatan. Akhirnya, suami Jin Joo malah percaya dengan identitas palsu Joon Jae.

Di dalam dapur, Jin Joo memastikan Yoo Ran memasak masakan yang lezat, lalu Jin Joo menyajikan makanan pada Joon Jae serta Nam Doo. Joon Jae lalu berbincang tentang bisnis kepada suami Jin Joo, Joon Jae,”Saya kira tempat seperti Manhattan  dimana mereka tak bisa memperlebar gedung, jauh lebih baik”. Nam Doo,”Masalah rincinya akan kita dapatkan saat kita saling mengenal satu sama lain”. Suami Jin Joo ingin tahu kapan Sim Chung dan Joon Jae menikah. Joon Jae menjawab,”Segera sekitar tahun depan di dekat dubai atau di eropa”. Saat Joon Jae berkata seperti itu, Sim Chung terus memandanginya.

Jin Joo lalu menjelaskan beberapa masakan yang dia sajikan, dan Joon Jae serta Nam Doo menyantapnya. Joon Jae lalu merenung sejenak, dan memuji masakan Jin Joo. Joon Jae,”Rasanya mirip dengan masakan yang ibuku buat”. Jin Joo senang mendengarnya,  lalu dia menyuruh Yoo Ran untuk menyajikan gulungan telur kepada Joon Jae. Ketika Joon Jae disajikan gulungan telur oleh Yoo Ran, Joon Jae seperti mendengar suara ibunya, namun Yoo Ran terlampau cepat pergi dan Joon Jae hanya menatap punggungnya.

Shi Ah pun tiba di depan rumahnya, dan Tae Oh kaget melihatnya. Tae Oh berusaha mencegah Shi Ah masuk kedalam rumah Jin Joon, akhirnya mau tak mau Tae Oh mengatakan bahwa dia menyukai Shi Ah selama ini. Shi Ah pun kaget dan gugup karena Tae Oh menyukainya, dan ingin tahu semenjak kapan dia menyukainya. Tae Oh hanya tertunduk malu.

Shi Ah,”Baiklah, kamu benar, cinta bukan sesuatu dimana kamu mulai menyukai,”Oke. Saya akan memulainya sekarang. tit!” kan?”. Shi Ah lalu menjelaskan hubungannya bersama Joon Jae. Shi Ah meminta Tae Oh memikirkan Joon Jae, Shi Ah,”Bagaimana bisa kamu menyukaiku?”. Shi Ah lalu menatap Tae Oh dan merasa cinta bukanlah suatu kejahatan. Tae Oh lalu menatap Shi Ah, dan Shi Ah kaget melihat  wajah Tae Oh yang kini semakin kurus nan lemas.

Shi Ah ingin kembali ke rumahnya, namun Tae Oh melarangnya.  Shi Ah menegaskan dia hanya menyukai Joon Jae. Shi Ah terlihat sedkit sombong dan bingung mengapa Tae Oh bisa menyukainya. Tanpa Shi Ah sadari karena terus membicarakan rasa cinta Tae Oh, Tae Oh pun mengirim sms ke Nam Doo. Tae Oh menulis sms,”Keluar sekarang. Tempat itu adalah rumah Cha Si Ah”. Shi Ah bertanya ke Tae Oh, Shi Ah,”Kamu pasti mengalami luka, apa kamu baik2 saja?”.

Nam Doo mendapat sms dari Tae Oh tentang hal ini, dan berbisik ke telinga Joon Jae. Keduanya lalu bergegas pergi, dan Joon Jae menyuruh Sim Chung untuk bergegas pergi. Joon Jae dan Nam Doo saling menyalahkan, Joon Jae marah karena Nam Doo tidak memeriksa lebih dulu latar belakang keluarga Jin Joo, sehingga mereka hampir mendapatkan masalah besar. Nam Doo,”Hey. Kesalahan langkah dan segalanya akan bisa menjadi bangkrut..”. Sim Chung,”Apanya yang gagal?”. Nam Doo,”Tidak ada..”. Sim Chung kembali bertanya,”Apanya yang hampir gagal bangkrut? Kenapa kalian akan mendapat masalah?”.

Sim Chung lalu memandangi Joon Jae, dan bertanya dalam hatinya apakah Joon Jae seorang penipu yang membuat kekacauan. Joon Jae lalu menatap Sim Chung, dan teringat ketika Sim Chung mengatakan di dalam hatinya bahwa jika Joon Jae tahu dia seorang yang berbeda, Sim Chung takut Joon Jae akan mungkin membencinya, dan pergi darinya. Joon Jae lalu menatapi Sim Chung, dan Nam Doo kaget melihat tingkah keduanya.

Di dalam hatinya, Sim Chung bertanya,”Apa semuanya bohong?”. Joon Jae akhirnya berkata,”Itu benar.. Saya orang yang berbohong. Saya menipu orang dan mendapatkan uang. Betul, saya orang macam itu. Itu rahasiaku. Apa rahasiamu?”. Di dalam hatinya, Sim Chung menjawab,”Rahasiaku adalah. Saya berbeda darimu. Saya seorang putri duyung”. Joon Jae kaget mendengarnya, dan teringat ketika dia memegang sebuah guci bergambar seorang putri duyung, dan ketika dia melihat Sim Chung yang muncul di kaca seaworld.

Nam Doo semakin bingung mengapa keduanya bersikap diam, dan mengajak keduanya beristirahat. Di dalam hatinya, Sim Chung  mengungkapkan dia tahu jika Joon Jae mengetahui rahasianya, maka Joon Jae akan terkejut, terluka, juga takut. Sim Chung tahu Joon Jae akan meninggalkannya, karenanya dia mencoba yang terbaik agar tidak ketahuan sebagai putri duyung. Nam Doo melerai keduanya, namun Sim Chung lalu bergegas pergi dari hadapan Joon Jae. Joon Jae,”Hyung. Baru saja.. apa kamu mendengar apa yang dia katakan?”. Nam Doo membalas,”Apa yang bisa saya dengar sementara kalian berdua tidak membuka mulut kalian dan hanya saling memandang?”.

Sim Chung lalu memandangi kumpulan mutiara yang ada disamping tempat tidurnya sambil memegang dadanya. Joon Jae memandangi foto guci di hpnya yang diambilnya di laboratorium Shi Ah. Joon Jae mengingat apa yang dikatakan oleh Sim Chung tadi bahwa dia adalah seorang putri duyung. Joon Jae teringat masa lalu ketika dia mengungkapkan bahwa gambar yang ada diguci itu seakan adalah dirinya dan merasuki pikirannya. Ingatan Joon Jae menjadi samar2 saat dia mengingat pernah berciuman dengan seorang putri duyung didalam samudra. Joon Jae mencari Sim Chung di kamarnya, namun dia tak ada, dan yang ada hanya mutiara.

Joon Jae lalu teringat perkataan Dam Ryung bahwa segalanya akan kembali terulang. Joon Jae lalu melihat sekilas wajah tuan Yang di zaman joseon yang sempat memberitahukan tentang legenda putri duyung.  Joon Jae melihat reinkarnasi tuan Yang adalah Dae Young. Joon Jae menyusuri jalan dan dalam penglihatannya dia melihat sosok dirinya sebagai Dam Ryung.

Dalam penglihatannya, Joon Jae seakan melihat pertemuannya bersama Sim Chung. Joon Jae mulai tersadar Se Hwa yang dilihatnya di zaman Joseon adalah Sim Chung sendiri. Joon Jae mengingat pertemuannya di zaman Joseon ketika Se Hwa ditangkap oleh tuan Yang. Joon Jae lalu teringat bahwa segalanya akan kembali terulang termasuk bila itu adalah nasib yang tragis, juga teringat permintaan Dam Ryung untuk melindungi Sim Chung. Joon Jae mencari Sim Chung dan kepalanya terasa begitu pusing.

Joon Jae teringat masa lalu ketika dia mendengar suara hati Sim Chung yang takut bila Joon Jae tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Joon Jae teringat saat Sim Chung melarangnya melihatnya mandi di kolam renang. Ingatan Joon Jae seakan mendengar suara Se Hwa di jaman joseon bahwa seorang putri duyung dapat menghapus ingatan seorang manusia. Joon Jae lalu mengingat semua pertemuannya dengan Sim Chung ketika mereka berada di Spanyol.

Joon Jae juga teringat pertemuan terakhirnya bersama Sim Chung di dalam laut dimana Sim Chung menciumnya, dan mereka berdua pun berpisah, sambil Sim Chung mengatakan cinta kepada Joon Jae. Joon Jae menghela nafasnya mengingat semua pertemuannya bersama Sim Chung di era Joseon dan di Spanyol.  Akhirnya, Joon Jae tersadar bahwa Sim Chung adalah cinta sejatinya, dan Joon Jae kembali menghela nafasnya.

Sumber by aktriskorea.web.id/sinopsis-drama-korea/sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-10-drama-korea-bagian-kedua/
0 Komentar untuk "Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 10 Bagian Kedua"

Back To Top