Sinopsis Film Terbaru, Film Korea, Film Jepang, Film Taiwan, Film China, Film Indonesia, Drama Korea, Movie Trailer

Tuantakur.com

Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 10 Bagian Pertama

Guntur bergemuruh dan seluruh listrik di museum tiba-tiba mati sesaat setelah Joon Jae melangkahkan kakinya mendekat pada lukisan Dam Ryung. Dia menyalakan korek apinya, dan membaca sebuah pesan yang tertera di samping lukisan itu: “Jika kau adalah reinkarnasiku, bahkan jika kau bangun dari mimpimu, ingatlah kata-kata ini: Semuanya terulang. Hubungan yang ada di tempat ini berlanjut disana. Bahkan  hubungan yang buruk. Dari seseorang yang berbahaya, kau harus melindungi wanita itu.”

Kembali flashback ke zaman Joseon: Kita melihat ternyata tulisan itu ditulis langsung oleh Dam Ryung sebagai sebuah pesan untuk reinkarnasinya nanti. Setelah lukisannya selesai, lukisan itu disimpan dalam sebuah kotak dan Dam Ryung memberikannya pada si pelukis dan berpesan agar dalam perjalanannya ke Hanyang, dia memberikan lukisan ini pada ibunya. Dam Ryung bahkan berpesan bahwa jika sesuatu terjadi padanya, mereka tidak boleh membukanya dan tetap menyimpannya disana.

Kembali ke zaman Seoul modern, Joon Jae bertanya – “Kau siapa? Siapa orang yang berbahaya itu, dan siapa wanita itu?”

“Kau siapa? Apa kau benar-benar saya? Bukan sebuah mimpi … tapi benar-benar saya?” tanya Joon Jae pada lukisan itu.

Tak lama, Si Ah mengetuk pintu ruang penyimpanan itu karna takut berdiri sendirian di luar setelah tiba-tiba saja listrik mati. Si Ah memegang tangan Joon Jae karna ketakutan dan beberapa detik kemudian listrik kembali menyala dan dia terpaksa menyingkirkan tangannya dari Joon Jae.

Si Ah juga  tertarik untuk melihat barang peninggalan itu, dan meskipun Joon Jae berusaha mencari-cari alasan bahwa diluar sedang hujan dan hari semakin malam, So Ah tetap ngotot. Kemudian dia hanya berdiri disana menganga setelah melihat lukisan Dam Ryung itu sangat mirip dengan Joon Jae.

Si Ah memberitahu Joon Jae bahwa lukisan itu sangat mirip dengannya, meskipun Joon Jae mencoba mengabaikannya, “Apa mata yang besar dan wajah yang tampan membuat mereka mirip denganku?.” Si Ah menduga orang itu adalah leluhur Joon Jae, dari pihak ibunya, dan itulah mengapa dia sangat tertarik dengan Kim Dam Ryung karna hubungan darah itu.

Dengan nada serius, Joon  jae meminta Si Ah untuk merahasiakan kedatangan mereka ke tempat ini. Joon Jae beralasan bahwa tempat ini tidak bisa didatangi secara pribadi, dan tidak ingin melibatkannya dalam masalah. Joon Jae juga mengakui bahwa saat ini dia sedang mencari tahu sesuatu, dan menginginkan hanya Si Ah yang tahu tentang ini. Dan Si Ah setuju.
Dae Young tiba-tiba terbangun dari tidurnya karna sebuah guntur dan dia bertanya-tanya mengapa dia terus bermimpi seperti ini.

Sementara itu di rumah, Sim Chung sangat gelisah setelah melihat jam telah menujukkan pukul 11 malam, dan Joon Jae masih belum pulang juga setelah menerima telpon dari Si Ah.
Tak lama, dia mendengar Joon Jae telah pulang dan bergegas turun dari kamar lotengnya. Sim Chung bertanya dengan ketus, “Heo Joon Jae, sekarang jam berapa?.” Sim Chung mengingatkan bahwa jam malam mereka adalah pukul 8, dan  sebelumnya Joon Jae memberitahunya untuk tidak kembali jika akan melanggar jam malam itu.

Joon Jae membela diri bahwa aturan itu hanya bagi mereka yang menumpang gratis di rumahnya, dan bukan untuknya. Sim Chung bertanya mengapa, dan Joon Jae menjawab, “Karna saya adalah pemilik rumahnya.” Joon Jae menjelaskan bahwa semuanya berjalan sesuai yang dinginkan oleh pemilik rumahnya. Joon Jae berkata jika Sim Chung berpikir itu tidak adil, dia menyarankan agar Sim Chung membeli sendiri sebuah rumah dan tinggal disana.

Joon Jae berbaring di ranjangnya untuk tidur, namun Sim Chung malah duduk disampingnya sambil memelototinya. Joon Jae terpaksa bangun, dan berkata, “Ketika kau memandangku seperti itu, kau seperti hantu. Berhenti menatap?”

Sim Chung berkata dia akan terus melihatnya seperti ini. “Saya yang memutuskan jika saya ingin memelototimu atau melihatmu dengan normal. Ini adalah aturanku, memelototimu ketika saya marah tapi tak bisa mengatakan apa-apa.”


Joon Jae tertawa kecil dan bertanya apa Sim Chung akan terus menatapnya seperti ini. Sim Chung berkata ya, karna dia ingin melihatnya untuk membayar waktu saat  tidak bisa melihatnya. Joon Jae berkata, “Lakukan yang kau suka. kau pasti akan pusing.”

Joon Jae tidur membelakanginya, sementara Sim Chung duduk disamping ranjangnya sambil menatapnya dengan tajam, meskipun dia segera mengedipkan matanya karna kelelahan.

Joon Jae teringat sesuatu, dan kemudian bertanya saat Sim Chung masuk ke ruang UGD ketika mengalami kecelakan mobil, dia mengingat saat itu Sim Chung berkata dia memiliki sebuah mimpi. Kita kembali diingatkan bahwa saat itu, jantung Sim Chung tiba-tiba berhenti berdetak, namun setelah Joon Jae memegang tangannya dia kembali hidup.

Joon Jae bertanya mimpi seperti apa, dan dalam mimpi itu bagaimana dia menyelamatkannya. Joon Jae berasumsi ada banyak cara untuk menyelamatkan seseorang, misalnya dia memegangnya ketika Sim Chung akan jatuh dari tempat yang tinggi atau dia telah mengangkatnya dari sebuah lubang yang dalam.


“Bagaimana saya melakukannya?,” tanya Joon Jae. Joon Jae kembali bertanya kapan itu, dan apa dia mengenakan pakaian tradisional seperti dalam sebuah drama yang disukai oleh Sim Chung. Sim Chung mengingat bagaimana di kehidupan sebelumnya, Dam Ryung memegang tangannya. Tapi dia sejenak terdiam, dan menjawab bahwa dia tidak bisa mengingatnya sama sekali.

Joon Jae percaya karna berpikir Sim Chung bahkan tak bisa mengingat namanya apalagi mengingat kejadian itu. Dan Sim Chung bergegas naik ke kamar lotengnya setelah Joon Jae menyuruhnya kembali ke atas. Sim Chung memegang jantungnya yang berdetak, dan bergumam: “Jadi seperti ini rasanya berbohong.” Sim Chung pun bersyukur karna Joon Jae tidak mendengar suaranya yang sesungguhnya.

Saat Joon Jae tertidur, dia kembali bermimpi aneh dimana dia melihat wanita yang mirip Sim Chung terikat dan terluka mengenakan pakaian tradisional dan disampingnya ada begitu banyak mutiara. Seorang pria datang menggendongya dan membawanya pergi. Joon Jae terbangun karna mimpi aneh itu. Dia keluar dari kamarnya dan mendapati Nam Doo sedang minum sendirian. Nam Doo bertanya mengapa Joon Jae bangun di tengah malam seperti ini.

Joon Jae berkata bahwa dia merasa sedikit aneh belakangan ini, dan Nam Doo bertanya apa dia kembali memimpikan tentang Dam Ryung. Joon Jae berkata tidak,  dan Nam Doo kemudian memberitahunya bahwa belakangan ini Sim Chung tampak aneh. Nam Doo berkata bahwa Sim Chung cantik dan baik hati, dan terlihat seolah-olah dia berasal dari dunia yang sangat berbeda: “Tapi dia aneh.”

Dia menceritakan bahwa terakhir kali ketika mereka ke rumah sakit, dia meminta X-ray Sim Chung dan menunjukkannya pada dokter kenalannya. Joon Jae bertanya mengapa dia melakukan hal seperti itu, dan Nam Doo memintanya untuk mendengarkan. Nam Doo memberitahunya  bahwa mereka mengatakan X-ray itu telah tertukar, tapi dia tidak berpikir seperti itu. Nam Doo berkata jika Joon Jae benar-benar normal dia  pasti akan curiga tapi Nam Doo melihat bahwa sepertinya Joon Jae mengabaikan akalnya ketika hal itu bersinggungan tentang Sim Chung belakangan ini.

Joon Jae bertanya apa itu, dan Nam Doo memberitahunya bahwa sebuah tulang yang bahkan tidak mungkin menyatu kembali setelah 6 minggu bisa kembali menyatu bahkan tidak lebih dari seminggu.

“Bukankah ini aneh?,” ucap Nam Doo. Nam Doo kemudian menunjukkan sebuah mutiara milik Sim Chung yang ia ambil diam-diam sebelumnya. Dia merasa aneh melihat seorang anak yang tidak memiliki pekerjan dan keahlian menyimpan hal berharga seperti ini dalam kantong plastik dan mengatakan bahwa dia akan menjual semuanya dan memberinya pada Joon Jae.

Joon Jae bertanya dimana Sim Chung mendapatkan ini, dan Nam Doo berkata dia tak tahu. Nam Doo kembali memasukkan mutiaranya ke kantong bajunya, dan kembali mengungkit bahwa Joon Jae sudah pasti bertemu dengan Sim Chung di Spanyol, namun sampai sekarang dia sama sekali belum mengingatnya.

Nam Doo bertanya, “Menurutmu apa itu?,” dan tiba-tiba saja beberapa ingatan yang masih samar-samar saat bersama dengan Sim Chung di Spanyol muncul dalam pikirannya. Nam Doo mengingat bahwa itu adalah alasan mengapa dia membiarkan Sim Chung tinggal di rumah ini, namun Nam Doo merasa Joon Jae sudah tidak penasaran dengan hal itu.

Joon Jae bertanya mengapa Nam Doo penasaran dengan Sim Chung, dan Nam Doo menjawab bahwa dia takut Joon Jae akan menjadi seorang pria baik-baik. Nam Doo berkata bahwa dia telah membuat Joon Jae menjadi pria yang jahat namun setelah bertemu dengan Sim Chung, Joon Jae sepertinya ingin menjadi pria baik-baik, dan itulah yang mengkhawatirkannya.

“Jika kau menjadi pria baik-baik, kau akan meninggalkanku,” ucap Nam Doo. Nam Doo mengungkapkan  bahwa dia penasaran siapa sebenarnya Sim Chung dan akan mencari tahu. Namun setelah Nam Doo pergi, Joo Jae berpikir dia harus menjadi orang pertama yang mengetahui siapa sebenarnya Sim Chung.

Sementara itu, seorang detektif kembali memeriksa catatan kejahatan buronan Ma Dae Young dan melaporkan pada atasannya. Dia mendapati sebelumnya Ma Dae Young memiliki 23 kejahatan  dengan tuntutan kekerasan karna mengalami kerusakan pengendalian amarah.  Namun dia mendapati sebuah keanehan dari tahun ‘88-89’ dia melakukan lebih dari 30 kasus pencurian di sebuah mall perbelanjaan  di Seongnam. Detektif menduga dalam rentan waktu ini, Dae Young memiliki seorang wanita.

Sedang sarapan, Seo Hee mendapati penglihatan suaminya sudah tak jelas saat mengalami kesulitan mengambil sebuah menu makanan dengan sumpitnya. CEO Gil Joong menduga dia hanya sedikit pusing, dan Seo Hee kembali menyodorkan obat yang telah ia ganti pada suaminya.

Yuna bangun di pagi hari dan mendapati ibunya telah pergi. Ibunya telah menyiapkan sarapan di atas meja dan dia membaca sambil menghela nafasnya saat membaca sebuah pesan yang ditulis ibunya agar dia tidak terlambat ke sekolah hari ini. Sim Chung kembali gagal mendapatkan sebuah boneka gurita di sebuah mesin pengambil boneka, dan dia berbalik saat seseorang bertanya, “Apa yang akan kau lakukan jika berhasil mendapatkan  gurita pink itu.”

Sim Chung bertanya bagaimana dia tahu tempat ini. Yuna berkata dia tidak ingin pergi ke sekolah hari ini dan teringat bahwa sebelumnya Sim Chung pernah memberitahunya dia tinggal di sekitar sini sehingga dia memutuskan datang.

Sim Chung kembali bertanya mengapa Yuna bisa tahu pikirannya bahwa dia berusaha mengambil gurita pink bagaimana pun caranya. “Saya tahu karna kau mengatakannya,” ucap Yuna.

Yuna menjelaskan bahwa ketika dia di belakangnya, Sim Chung terus mengatakan bahwa dia menginginkan untuk menarik boneka yang satu itu. Sim Chung berkata tidak, dan itu adalah sebuah suara yang tidak bisa didengar olehnya. Namun Yuna berusaha meyakinkannya bahwa dia bisa mendengarnya.

Joon Jae naik ke kamar loteng Sim Chung dan ia cukup kecewa setelah mendapatinya tak ada disana. Dia  melihat ada banyak mutiara dalam sebuah tempat dan bertanya-tanya dimana Sim Chung mendapatkan semua ini. Joon Jae bertanya-tanya dengan suara keras, “Mengapa Sim Chung mengatakan bahwa dia akan menghasilkan uang dan memberikan semuanya padanya? Kapan saya meminta uang padanya? Apa sebenarnya?.”

Setelah Nam Doo berbicara di telpon dengan Jin Joo yang menelpon untuk mengkonfirmasi apa dia telah berbicara dengan presidennya alias Joon Jae, dia menebak Joon Jae sedang mencari Sim Chung karna melihatnya mondar mandir seperti mencari seseorang di rumah mereka.

Joon Jae berkata dia sedang mencari  Tae Oh, padahal Tae Oh ada di lantai dua. Sim Chung baru saja tiba di rumah, dan Joon Jae segera menghampirinya dan mengomelinya karna ponsel Sim Chung tidak aktif. “Mengapa kau membawanya padahal tidak aktif? Apa itu alat? Apa itu senjata?,” tanya Joon Jae dengan ketus. Sim Chung mengira ponselnya telah meninggal karna tidak menyala, dan Joon Jae meralat bahwa ponselnya tidak meninggal tapi tidak aktif. Joon Jae menyuruhnya memberi makan pada ponselnya sama seperti dirinya  yang tidak pernah melewatkan satu makanan pun. Yuna menyahut bahwa ponselnya tidak lapar dan hanya perlu di-charge.

Joon Jae bertanya siapa dia dan Sim Chung memperkenalkan dia adalah temannya. Joon Jae  berkomentar mengapa teman-teman Sim Chung seperti itu – terakhir kali seorang pengemis dan sekarang seorang anak SD. Yuna memanggilnya ‘ahjussi’ dan  balik menyebutnya seorang pengangguran. Dia menggolongkan bahwa disaat yang lain pergi untuk bekerja sementara mereka bermalas-malasan di rumah, berbaring dan menonton TV atau bermain games – menyindir tiga sekawan, mereka adalah pengangguran.

Sim Chung bertanya apa Joon Jae pengangguran. Joon Jae menjawab dia bukan pengangguran dan dia seorang pekerja lepas.  Joon Jae menjelaskan itu adalah sebuah pekerjaan khusus sehingga dia bisa bekerja di rumah. Sim Chung berkata itu benar, dan memberitahu Yuna bahwa Joon Jae adalah seseorang yang bekerja demi negara lebih rajin dibanding seorang pegawai negeri. Dia berpesan agar kelak ketika Yuna besar nanti dia harus menjadi seperti Joon Jae, dan Joon Jae langsung berkata tidak boleh.

Nam Doo bertanya dengan curiga apa sekarang sudah liburan musim semi, dan Joon Jae  mencecarnya dengan pertanyaan mengapa dia bolos sekolah dan datang kesini.
Yuna  duduk bersama mereka dan memberitahukan bahwa  ia tidak akan pergi ke sekolah. Sim Chung bertanya apa anak-anak itu kembali mengganggunya. Yuna menceritakan dengan polosnya bahwa ketika dia pergi ke sekolah, kekuatan supranaturalnya meningkat.

Nam Doo bertanya sambil tertawa kecil, “Kekuatan supranatutal apa?.” Yuna menjawab bahwa  dia menjadi orang yang tak terlihat dan tidak seorang pun bisa melihatnya dengan baik dimana teman-temannya tidak berbicara dengannya sehingga dia merasa tak perlu pergi ke sekolah. Nam Doo bertanya mengapa anak-anak itu melakukannya, dan Yuna menjawab, “Karna saya berbeda dengan anak-anak yang lain. Dimana saya tinggal berbeda dan karna saya hanya tinggal bersama ibuku. Saya pikir itulah alasannya.” Yuna  berkata bahwa pada umumnya orang-orang tidak suka dengan orang yang berbeda dari mereka.

Sim Chung berpikir dalam hatinya bahwa dia juga berbeda dan Joon Jae mungkin tidak akan menyukainya jika mengetahui identitasnya yang sesungguhnya. Anehnya Joon Jae menoleh memandanginya – entah apa karna dia bisa mendengar isi hatinya.

Yuna tiba-tiba bertanya, “Mengapa kau berbeda. Jika kau berbeda apa ahjussi yang dipanggil Joon Jae tidak menyukaimu dan meninggalkanmu?.”

Meskipun Yuna meyakinkan mereka bahwa ‘unni’ barusan mengatakannya, Nam Doo dan Tae Oh mengaku tak mendengarnya. Setelah Sim Chung mengajak Yuna ke kamarnya, Joon Jae bertanya untuk mengkonfirmasi apa mereka berdua benar-benar tidak mendengar apa yang anak kecil tadi katakan dan Nam Doo berkata tidak.

Sim Chung bertanya apa Yuna benar-benar bisa mendengar apa yang ia katakan. Sim Chung mengetesnya dan kemudian menatap tajam Yuna,  dan Yuna bisa mengetahui isi pikirannya bahwa dia berasal dari tempat yang sangat jauh dan datang ke sini hanya untuk bertemu dengan seorang pria. Sim Chung meminta Yuna untuk merahasiakan ini dari orang lain, dan menjelaskan akan ada masalah besar jika nanti Joon Jae tidak menyukainya setelah mengetahui dia berbeda dari mereka.

Joon Jae segera datang ke rumah sakit setelah ditelpon oleh istri Paman yang menginformasikan bahwa sekertaris ayahnya telah siuman, sayang dia hanya bisa membuka matanya dan tidak bisa bergerak atau pun berbicara. Paman meneteskan air matanya, dan istrinya menduga ada sesuatu yang sebenarnya ingin ia beritahu pada Joon Jae.

Istri Paman bertanya apa Joon Jae telah mendengar kabar dari ibunya. Bibi memberitahunya bahwa sebelumnya dia  kadang-kadang ditelpon oleh ibunya, namun dia tak berani menceritakannya karna ibunya ingin merahasiakannya.

Sayang istri Paman tidak tahu dimana ibunya, dan telpon terakhir dari  ibunya adalah beberapa tahun yang lalu. Bibi mengatakan bahwa dia tidak berani memberitahu ibunya bahwa Joon Jae telah melarikan diri, dan sebaliknya memberitahukan bahwa dia telah kuliah di luar negeri.

Sehabis mengunjungi Paman di rumah sakit, Joon Jae meneguk alkohol dan Sim Chung datang bergabung. Sim Chung tahu ketika orang-orang meminum alkohol, mereka tertawa, menangis, bicara, berkelahi dan tidur di jalan-jalan karna melihatnya di TV.

Joon Jae berkomentar bahwa itulah yang dilakukan oleh Nam Doo, dan menjelaskan mengapa dia dipanggil ‘anjing Nam Doo’ karna dia menjadi anjing ketika minum alkohol. Joon Jae memberitahukan satu persatu keburukan Nam Doo ketika mabuk bagaimana dia menelpon mantan dan kekasihnya dan mengganggu mereka dan mengulangi berkali-kali apa yang ia katakan dan membantah bahwa dia mabuk. Joon Jae mengklaim hal itu karna dia salah belajar tentang alkohol, sementara dirinya tak benar-benar suka dengan alkohol dan itulah mengapa dia bisa menikmati alkohol sambil mengontrolnya.

Sim Chung kemudian meminta Joon Jae untuk diajari bagaimana meminum alohol. Saat Joon Jae menuangkan alkohol di gelasnya, Sim Chung meneguknya seolah-olah alkohol itu  hanya air putih biasa. Joon Jae melarang Joon Jae meminumnya seperti itu, dan mendemonstrasikan bagaimana mereka sebaiknya memegang minumannya dan bersulang.

Sim Chung dan Joon Jae menghabiskan banyak botol alkohol, dan Sim Chung yang lagi mabuk tiba-tiba menangisi gurita kering yang ada di di tangannya. Dia mengasihani gurita yang dimasak, diiris dan dikeringkan. Sim Chung keceplosan saat mengatakan ‘Bagiku, seekor gurita seperti seekor anjing bagi kalian manusia.’

Joon Jae penasaran dengan kata terakhir Sim Chung, dan bertanya, “Apa kau bukan manusia.” Sim Chung berkata tidak, dan sebelum dia menjawab yang sesungguhnya Sim Chung mengendalikan dirinya dan berkata dengan manja, “Heo Joon Jae saya mabuk tadi, kan?”

Joon Jae bertanya dengan bingung, “Apa kau sudah sadar?,” Sim Chung berkata bahwa tadi dia hanya begitu pusing, dan sekarang sudah sadar. Sim Chung mengajaknya kembali  meneguk alkohol, dan kali ini Joon Jae benar-benar mabuk setelah mereka menghabiskan banyak botol minuman alkohol sampai dia mengatakan  hal yang sama berulang-ulang kali, sementara Sim Chung sepertinya baik-baik saja.

“Kau tidak bisa pergi. kau tidak bisa pergi. Jangan pergi,” ucap Joon Jae yang lagi mabuk. Sim Chung meyakinkannya bahwa dia tidak akan pergi karna  tidak ada tempat yang ia bisa ia tuju.

Sumber by  aktriskorea.web.id/sinopsis-drama-korea/sinopsis-the-legend-of-the-blue-sea-episode-10-bagian-pertama-drama-korea/
0 Komentar untuk "Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 10 Bagian Pertama "

Back To Top