Sinopsis Film Terbaru, Film Korea, Film Jepang, Film Taiwan, Film China, Film Indonesia, Drama Korea, Movie Trailer

Tuantakur.com

Sinopsis Hwarang Drama Korea Episode 1 Bagian Kedua

Sinopsis Hwarang Drama Korea Episode 1 Bagian Kedua - A Ro berlari sempoyongan mengejar  anak yang mencuri bakpao, dan dia menabrak Moo Myung, lalu Moo Myung memegang tubuh A Ro dan keduanya saling bertatapan. A Ro yang mabuk lalu meminta Moo Myung untuk mengambilkan sepatunya yang terjatuh. A Ro mengemis meminta hal itu, karena hanya sepatu  itu yang dimilikinya. Moo Myung lalu bergegas pergi, karena dia melihat para pengawal. A Ro lalu menunjuki Moo Myung, dan dari belakang para pengawal pun hendak lewat. Moo Myung lalu memegang tubuh A Ro untuk mencegah tubuhnya terlindas dari laju kuda para pengawal.

A Ro memandangi tajam Moo Myung, A Ro,”Apakah ini mengapa mereka bilang jangan minum dengan perut yang kosong?”. Moo Myung,”Apa kamu baik2 saja?”. A Ro yang mabuk memuji ketampanan Moo Myung, Moo Myung kikuk dengan tatapan A Ro padanya sehingga dia membuang tubuhnya. A Ro sendiri kesal mengapa Moo Myung tak mengambil sepatunya. Namun tak lama, Moo Myung malah melemparkan sepatunya ke kepala A Ro, dan bergegas pergi. A Ro lalu berjalan semponyongan dan tiba di sebuah rumah.

Disisi lain, Ji Gong (diperankan oleh Won Young) sedang mengobati pasiennya. Ji Gong,”Saya sudah selesai. Ini akan lebih bahaya jika lukanya terlampau dalam. Bangunlah”. Pasien itu mengaku dirinya yang bekerja sebagai pedagang sudah terbiasa terluka sepanjang waktunya, sambil berterima kasih atas bantuan Ji Gong. Ji Gong,”Bagaimana dengan anak itu”. Pasien,”Itu bukan dia juga. Dia jauh lebih muda daripada anakmu, dan dia tak pernah tinggal di kota”. Pasien itu yakin Ji Gong akan pasti bisa menemukan anak yang dicarinya.

Sam Maek Jong (diperankan oleh Park Hyun Shik) lalu masuk kedalam sebuah istana. Maek Jong adalah raja ke 24 era dinasti kerajaan Silla dan gelarnya adalah raja Jinheung. Ratu Jiso (diperankan oleh Kim Ji Soo) lalu memanggil nama Maek Jong. Muncullah masa 11 tahun yang lalu di era jaman raja Bupheung dinasti Silla. Saat itu seorang dayang istana buru2 datang dan melaporkan ke ratu Jiso bahwa raja telah meninggal dunia.

Ratu Jisoo lalu memandangi seorang anak. Diluar istana perang bergulir diantara para pengawal istana dan para pemberontak. Ratu Jiso lalu melayangkan pedang kepada seorang anak, ratu Jisoo,”Apapun itu, kita harus melindungi Tulang Sakral yang terakhir. Panggil Pa Oh sekarang”. Pa Oh pun muncul dihadapan ratu Jiso, dan Ji Soo meminta pengawal Pa Oh untuk bisa melindungi putra mahkota.

Kembali ke masa sekarang, Maek Jong,”Anda tak bisa mengubahnya lagi”, Ratu Jiso membalas,”Saya tanya kenapa kamu disini. Apa kamu datang karena kamu tak percaya padaku?”.   Maek Jong merasa tak aneh jika dia berada didalam ruangan raja. Ratu Jiso menegaskan ada banyak orang di ibukota yang menginginkan nyawa dari Maek Jong.

Ratu Jiso menegaskan mereka tak bisa mempercayai siapapun termasuk pengawal serta pekerja istana. Maek Jong,”bagaimana bisa saya tidak tahu?. Bisa berjalan dan hidup dengan bebas terima kasih atas perhatian Anda. Anda bisa menangkap 10 pencuri yang bersembunyi di pengunungan, namun Anda takkan bisa menangkap satu pencuri di hatimu”. Maek Jong merasa sudah banyak menghabiskan waktunya dengan sesuatu yang salah, dan hanya belajar bagaimana mencurigai orang lain.

Ratu Jiso bertanya apakah Maek Jong merasa takut jika sang ratu mencoba untuk mencuri tahta Maek Jong dan tak percaya padanya. Maek Jong bingung dengan ratu Jisoo yang fokus pada kepercayaan semata. Maek Jong mengaku hanya ingin  melihat apa yang terjadi dengan tahtanya, dan serasa ingin melupakan siapa dirinya. Ratu Jiso merasa Maek Jong seorang yang lemah. Ratu Jiso menegaskan bahwa dia akan segera memutuskan kapan Maek Jong akan diperkenalkan kepada khalayak publik bahwa dia adalah raja yang baru. Hingga saat itu tiba, ratu jisoo menyuruh Maek Jong untuk hidup dengan tenang.

Park Young-Sil (diperankan oleh Kim Chang Wan) serta Ho Kong (diperankan oleh Lee Byung Joon) lalu berbicara tentang pintu gerbang kerajaan. Ho Kong,”Tidak ada prajurit yang mengawali pintu gerbang”.Young Sil,”Itu artinya seseorang akan memasuki ibukota saat itu. Apa yang sebenarnya ratu bawa dengan sungguh rahasia?”. Ho Kong lalu memperkirakan nampaknya raja yang baru akan segera datang, dan dia bergegas ingin menyewa seorang pembunuh. Young Sil menyuruh Ho Kong menunggu dan melihat situasinya.

Maek Jong lalu merenung sambil menatap gelang di tangannya. Mak Moon sedang berada di depan rumah persembunyiaan Maek Jong, Mak Moon,”cepatlah keluar? Kenapa dia sungguh lama?”, lalu Mak Moon melihat seorang penyelinap masuk kedalam gerbang rumah itu. Mak Moon,”Itu bukan dia..”. Penyelinap itu lalu hendak membunuh Maek  Jong namun dia salah sasaran. Maek Jong pun muncul dan bertanya,”Apa kamu pencuri?. Jika kamu bukan pencuri, kamu adalah pembunuh”. Maek Jong lalu meringkus dan memukul pembunuh itu sambil menanyakan harga nyawanya.

Pembunuh,”Dia bilang jika saya membunuh seorang lelaki Tulang Sejati, dia akan memberikanku tiga karung beras”. Maek Jong hanya tertawa saat mendengar harga nyawanya hanya tiga karung beras, Maek Jong,”Apa kamu dengar itu Pa Oh?”. Tak lama pengawalnya muncul dan membunuh pembunuh itu. Mak Moon berusaha masuk kedalam rumah persembunyian Maek Jong. Maek Jong marah mengapa pengawalnya membunuh rakyat itu, dan menegaskan dia hanyalah rakyat yang tak tahu apa2. Pengawal itu menegaskan melakukan hal itu atas perintah dari ratu Jiso.

Maek Jong geram mendengarnya, dan merasa muak dengan ratu Jiso yang memiliki Kerajaan Sakral, dan dia pun pergi. Ketika Mak Jong keluar dari rumah persembunyiannya, dia bertemu dengan Mak Moon. Melihat wajah Maek Jong serta pengawalnya, Mak Moon menjadi takut dan berlari kencang. Pengawal Maek Jong lalu mengejar Mak Moon dengan kuda. Ketika Mak Moon berlari, Moo Myung memegang tubuhnya untuk bersembunyi, Moo Myung,”Ini saya..”, dan pengawal Maek Jong tak bisa menemukannya.

Mak Moon lalu merasa sepertinya dia sudah melihat raja. Mak Moon dan Moo Myung tidur bersama di bongkahan jerami. Mak Moon mengaku mendengar bagaimana pengawal  tadi menyebut orang yang dilihatnya sebagai Yang Mulia. Moo Myung sendiri tak percaya mengapa raja menginap di rumah dan bukan di istana. Mak Moon menjelaskan wajah orang yang dilihatnya memang terlihat seperti seorang raja.

Moo Myung tak percaya dan memukul Mak Moon. Moo Myung lalu meminta Mak Moon memberikan kalungnya. Mak Moon,”Bagaimana dengan aku?”, Moo Myung lalu menyarankan agar mereka berdua bertemu kembali di depan Okta. Moo Myung lalu mengambil gelang Mak Moon dan memperlihatkanya ke beberapa pedagang, Moo Myung,”Apa Anda tahu dengan kalung ini?”.

Moo Myung memandangi situasi pasar sekitar, dan mengingat pertemuan pertamanya dengan A Ro. Kala itu, A Ro memohon agar Moo Myung mengambil sepatu miliknya yang terlempar ketika Moo Myung memegang tubuhnya. Moo Myung tersenyum ketika A Ro terkagum dengan ketampanannya.

Mak Moon lalu melihat pesta tarian dan dansa para kaum bangsawan di era dinasti Silla, dan dia terkagum. Mak Moon lalu memandangi A Ro yang berjalan bersama temannya, sambil menatapi kalung A Ro. Mak Moon,”Apa? Kalungku. Itu kalungku. Permisi. Saya harus bertanya padanya tentang kalung itu”. Mak Mook hendak mendekati A Ro namun pengawal menghadangnya.

Pesta tarian dan dansa para bangsawan di era dinasti Sillla pun dimulai, dan  para bangsawan saling bersulang. Tak lama, Ban Ryu Rang (diperankan oleh Do Ji Han) muncul bersama para temannya. Para wanita yang melihat Ban Ryu Rang malah terkagum dengannya. Tak lama, Soo Ho Rang(diperankan oleh Minho) pun muncul beserta temannya, dan para wanita juga terkagum dengan ketampanannya.

Ban Ryu tak senang dengan kemunculan Soo Ho bersama temannya. Soo Ho memandangi Ban Ryu dan berkata,”Melihatnya membuatku ingin melempar semua yang sudah kumakan”. Ban Ryu lalu mendengar seorang gadis yang memuji ketampanan Soo Ho daripada dirinya, dan Ban Ryu kesal. Tak lama seorang wanita lain berkata,”Ban Ryu adalah yang terbaik dariantara Tulang Sejati. Ban Ryu adalah yang terbaik”, dan sebaliknya Soo Ho kesal mendengarnya.

Para gadis bangsawan lalu memandangi A Ro yang akan menunjukkan kemampuannya dalam bercerita cerita yang penuh gairah. Mak Moon menyamar sebagai pengantar arak agar bisa masuk kedalam pesta. A Ro bercerita,”Dia dibutakan oleh kecemburuannya dan hatinya membara. Menahan keinginannya. Dia setuju menghabiskan malam di istana yang terpencil. Di Najeong”. Maek Jong mendengar cerita yang diutarakan oleh A Ro itu serta pria bangsawan lain, dan juga Soo Hoo mendengar cerita yang dikatakan oleh A Ro.  Mereka semuanya mendengar cerita Aro itu dari ruangan yang lain.

Soo Ho menanggapi,”Cerita yang mengejutkan untuk memanfaatkan tempat yang sakral ini”. Ban Ryu beserta temannya juga mendengar cerita A Ro dan mereka semua tertawa. Ban Ryu lalu menyuruh seorang temannya bernama Kang Sung keluar dari ruangan, Ban Ryu,”warna apa jubah ayahmu?. Ini pastinya karena dia berada di tingkatan keenam. Ayah tiriku berada di golongan yang tinggi dan ayahku berada di tingkatan ketiga”.

Ban Ryun menjelaskan ayah dari temannya yang lain yakni  Gi Bo dan Shin berada di tingkatan kelima dan keempat sehingga jubah mereka berwarna merah. Ban Ryu hendak membandingkan tingkatan bangsawan para temannya dan memojokkan Kang Sung yang memiliki kasta bangsawan yang lebih rendah. Ban Ryu menegaskan Kang Sung tidak setara dengan dirinya. Akhirnya, Kang Sung pun pergi dari ruangan pertemuan.

Moo Myung lalu memperlihatkan kalung yang diberikan Mak Moon kepada Joo Ki (diperankan oleh Kwang Kyu).  Joo Ki pun seakan pernah melihat kalung tersebut. Joo Ki,”Jika kamu memberikannya padaku, saya bisa mencarikannya”, Moo Myung,”Ini miliki temanku, jadi saya tidak bisa memberikannya”.

Mak Moon berada di dalam ruangan pesta, dan melihat para bangsawan berpesta sambil meminum arak. Mak Moon lalu melihat A Ro yang bercerita kedepan para gadis bangsawan sambil melihat kalung  yang dikenakan A Ro. Mak Moon pun sangat yakin bahwa kalung dileher A Ro adalah miliknya. Tak lama, Kang Sung menabrak Mak Moon, dan keduanya bertengkar. Kang Sung meminta Mak Moon memperlihatkan tanda pengenalnya, namun dia tak bisa.

Karena Kang Sung dalam suasana hati yang tak enak, dia tak ingin melepaskan Mak Moon dan menjipit lengannya serta tak membiarkannya pergi. A Ro sendiri sedang menikmatinya perannya dalam menceritakan sebuah cerita  roman picisan nan bergairah kepada para gadis bangsawan.  A Ro bercerita,”Dia terbakar dan ingin melompat, namun dia memegangnya dan bertahan. Wanitanya pun datang, dia menariknya ke kayu Najeong. Dia menariknya ke pohon cemara dan memegang tangannya. Dan dia berkata.. kamu membuatku terbakar. Keduanya bergairah setelah bibir mereka….”. Para gadis bangsawan berteriak mendengar cerita A Ro, juga Soo Ho, serta Maek Jong mendengar cerita panas A Ro itu.

Di luar ruangan, Kang Sung malah memukuli Mak Moon tanpa alasan yang jelas. Tak lama, Soo Ho muncul dan menyindir Kang Sung yang hanyalah sampah Ban Ryu. Tak lama Ban Ryu bersama temannya datang. Melihat wajah Ban Ryu, Soo Ho menjadi jengkel dengannya. Keduanya pun hendak berkelahi. Tak lama seorang wanita memberitahukan ke A Ro dan para gadis bangsawan lain bahwa Ban Ryu serta Soo Ho hendak berkelahi. Semua wanita bangsawan itupun pergi sehingga A Ro tinggal sendirian, dan Maek Jong muncul serta meniup lilin di ruangan tempat A Ro bercerita tadi.

A Ro sendiri tak berani menatap Maek Jong lalu dia menutup matanya. Maek Jong mendekati A Ro, dan Maek Jong  memegang tubuh A Ro. Maek Jong meminta A Ro untuk membuka matanya, namun A Ro tak mau. Agar membuat A Ro membuka matanya, Maek Jong memeluknya serta menatapinya. A Ro menatapi Maek Jong, Maek Jong,”Apa yang akan terjadi?”.

Kang Sung lalu menginjak wajah Mak Moon yang tak berdaya serta ingin membunuhnya. Kang Sung menegaskan Mak Moon sudah sangat tidak menghargai  tingkatan kasta serta kelas bangsawan di era dinasti Silla, sehingga berani masuk kedalam pesta para kaum bangsawan. Kang Sung merasa Mak Moon layak mati seperti seekor tikus. Ketika Kang Sung hendak menebas Mak Moon dengan pedangnya, tiba2 Moo Myung melempar buah ke kepala Kang Sung dan mendekatinya.

Moo Myung,”Saya percaya kehidupan seperti keberuntungan. Namun kamu tidak beruntung hari ini”, sambil memperlihatkan wajahnya. Kang Sung,”Saya tanya siapa kamu?”. Moo Myung lalu memukul Kang Sung dan membuat sebuah lingkaran. Karena Kang Sung membuat aturan bahwa dia akan  membunuh kaum rendahan yang masuk kedalam kota. Maka Moo Myung juga akan memukul semua bangsawan yang melewati garis yang dibuatnya barusan, Moo Myung,”Jika kamu mau membunuhnya. Lewati garis ini…”.
0 Komentar untuk "Sinopsis Hwarang Drama Korea Episode 1 Bagian Kedua"

Back To Top